Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Mengembalikan Jati Diri Bangsa ketika kondisi bangsa terpuruk, terutama moral dan rasa nasionalisme sangat tepat dan diperlukan. Masyarakat negeri ini, khususnya para generasi muda dan kita sendiri semakin lupa dan cuek akan jati diri sebagai seorang Indonesia. Mereka dan mungkin kita tidak peduli pada nasib bangsa ini, kita terkadang bahkan sering menuntut, memaksa hak-hak kita tapi kita lupa akan kewajiban kita. Hal ini semakin diperparah dengan globalisme, produk dan berbagai hal dari luar semakin gencar dan terus menggerogoti jati diri bangsa ini.
Dewasa ini, sangat langka sekali anak muda yang mau belajar kesenian asli Indonesia, misal membatik atau tari-tarian. Kita lebih senang main musik(atau nge-band) yang bukan ciri khas bangsa kita atau nonton film hollywood yang sama sekali tidak mencermikan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Kurangnya kepedulian kita inilah yang membuka peluang bagi bangsa lain untuk merampok sedikit demi sedikit kebudayaan kita. Coba saja tengok berita tentang klaim malaysia atas batik kita, klaim malaysia atas lagu-lagu negeri kita seperti Rasa Sayange. Dan yang baru-baru ini, tari pendet yang menjadi tarian masyarakat Bali juga diambil oleh mereka. Seperti yang diberitakan di Beritajitu(klik untuk melihat berita).
Begitu kita mendengar bahwa milik kita di rampas bangsa lain, baru kita berkoar-koar. menghujam, mencacimaki. Tapi, perlu disadari bahwa semua itu salah kita sendiri. Kenapa kita tidak menjaganya? kenapa kita tidak melestarikannya? kenapa kita lebih senang budaya orang barat daripada budaya kita? Kita memiliki budaya yang begitu lengkap besrta keanekaragaman. Budaya kita lebih unggul dari bangsa lain, karena didalamnya tertanam nilai luhur dan kearifan. Mulai dari diri sendiri kita terus kembangkan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Ayo, saatnya mengembalikan jati diri bangsa.












Betul, sebisa mungkin kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia. Memang warisan sejarah penjajahan atas negeri ini belum hilang sepenuhnya, contohnya :
1. Orang Indonesia cenderung lebih hormat pada bangsa asing ketimbang pada bangsa sendiri … hmm prihatin deh :(
2. 90% KUHP adalah warisan dari hukum pemerintah kolonial Hindia Belanda.
3. Segala yang berbau luar negeri lebih disegani daripada dalam negeri, contoh produk konsumsi bahkan pendidikan, padahal belum tentu yang “LN” itu lebih baik dari “DN”.
Sampai kapan bangsa ini terus bergantung pada bangsa lain dan tidak memiliki posisi tawar pada kancah internasional, selalu tunduk pada negara pemberi hutang, dan selalu terjajah.
Kenyataan menyedihkan bahwa satu persatu aset bangsa ini sudah di “balik nama” oleh bangsa lain mulai dari BUMN, SDA, Budaya, bahkan PULAU ….
Apa yang dikatakan bung verry tepat sekali. Sudah saatnya mengembalikan jati diri bangsa.
very nice artikel bro
siapa lagi yang akan menjaga warisan budaya nasional jika bukan kita generasi muda….
ayooooooo semangat kita kembalikan jati negara kita,,,,
banyak negara yg telah menyepelekan negara kita kini saatnya kita bangkit,,,,
Mengembalikan Jati diri bangsa, haruslah bersatu antara atasan dan bawahan.
DAri para pejabat tingginya haruslah mulai belajar jujur…
benar-benar memikirkan rakyat miskin.
Yand di bawah – pun harus mulai bekerja keras untuk membangun sistem hukum yang berlaku.
Jika semuanya sudah berjalan pasti harga diri Indonesia mulai naik di mata internasional.
Tapi jika korupsi masih meraja lela, demontrasi di mana-mana, tawuran, dll masih mewarnai Jakarta Indonesia, jangan harapkan jika Indonesia akan bisa mengembalikan jati diri seperti dulu….dulu….dan dulu….
bener bgt dah
Mari kita bersama-sama mengembalikan jati diri bangsa Indonesia
hidup bertetangga itu pasti ada perselisihan, gak ada cuci piring gak bunyi ( kecuali piring palstik ).
indonesia tanah airku pasti akan bisa menjadi bangsa yang besar.
indonesia tanah tumpah darahku pasti bisa mengembalikan jati dirinya…
tapi semua itu perlu proses…
perlu perbaikan di segala bidang…
kalau sudah step-by-step di laksanankan…
Jangankan tetangga…Super Power – pun akan hormat.
Betul nggak…???
nice artikel about bro.. :D
amin semoga terwujud
oyi…….suip………………….semoga kita makin berjaya………………………………………..
ya bagaiman caranya supaya terkenal di seluruh dunia tanpa harus membuat kriminal spt tahun 1998
mempertahankan bangsa akan lebih baik daripada merebut ketika telah diambil
semoga semuanya berpikiran sama untuk mengembalikan jati diri bangsa
Post yang bagus…
Mari kita sama-sama mengembalikan jati diri bangsa yang makin lama makin memprihatinkan. Negeri kita yang begitu kaya (sebenarnya) membuat negara lain iri dan ingin mencoba merebutnya secara perlahan, tp dampaknya sangat besar bagi bangsa Indonesia, yaitu kerugian.
So, mari kita mulai dari bawah, dari kita sendiri. Jangan menunggu orang lain, kalau bukan kita siapa lagi? Dan kalo bukan sekarang kapan lagi? betol gk?… hehehe (udah kayak pengamat ne)..
Tetep semangat!!
Setelah Indonesia Resmi mempunyai Presiden dan Wakil Presiden terpilih, semoga mengembalikan jati diri bangsa akan segera terwujud dengan cara memajukan pembangunan di segala bidang.
minimalkan korupsi…
minimalkan harga sembako, bbm…
maxsimalkan lowongan kerja…
maxsimalkan kejujuran…
stabilkan keamanan…
dan lain-lain.
setuju gak?
setuju bgt dah
jadi terharu nih
hiks..hiks…
kapan yah bisa jadi bangsa yang bener2 berADAB. Menjadi bangsa yang benar2 MERDEKA yang tidak lupa dengan BUDAYA KETIMURAN yang SANTUN dan RAMAH.
sepertinya tugas yg sulit sob
butuh kemauan dari atas
pecuma kalo rakyat yg bergerak duluan
saya sungguh bangga bertanah,bertumpah darah,berbahasa Indonesia….
semangat yah sobat, caiyo indonesia pasti bisa!!